Tanjung Selor, 31 Agustus 2026 – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Utara bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltara menjadikan Gelar Karya Busana Benuanta sebagai ajang memperkenalkan dan mempromosikan wastra khas daerah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026 yang digelar di Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor.
Gelar Karya Busana Benuanta digelar pada Sabtu (29/8/2026) malam. Acara tersebut menjadi puncak dari rangkaian Coaching Fashion Design dan Menjahit yang diikuti para pelajar SMA dan SMK dari berbagai wilayah di Kaltara.
Kepala Perwakilan BI Kaltara Agus Taufik mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi panggung pertunjukan busana, tetapi juga bagian dari upaya melestarikan dan mengembangkan wastra sebagai identitas serta kebanggaan masyarakat Benuanta.
Wastra Dikemas Lebih Modern
Dalam gelaran tersebut, karya-karya terbaik dari kompetisi desain busana tingkat SMA/SMK ditampilkan di atas panggung. Para peserta memadukan kekayaan motif dan unsur budaya Kaltara dengan konsep busana yang lebih modern.
Kegiatan itu mengusung tema “Karisma Wastra Benuanta: Mengukir Jejak Budaya Kaltara Lewat Karya Busana”. Tema tersebut mencerminkan upaya membawa warisan budaya lokal ke dalam perkembangan industri fesyen masa kini.
Selain karya para pelajar, sejumlah pimpinan Dekranasda, Dharma Wanita Persatuan se-Kaltara, serta persatuan istri pegawai BI turut tampil memperagakan busana berbahan wastra Kaltara.
Dorong Lahirnya Desainer Muda
Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Kaltara Kornie Serliany Ingkong Ala mengapresiasi kolaborasi BI dan pemerintah daerah dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif melalui KKB 2026.
Menurut Kornie, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan sekaligus memperkenalkan karya lokal. Ia mendorong para pelajar Kaltara agar tidak minder dan berani bersaing hingga tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, keunikan cerita lokal dan autentisitas budaya justru dapat menjadi kekuatan dalam industri fesyen. Karena itu, wastra Kaltara dinilai tidak cukup hanya dipertahankan sebagai warisan, tetapi juga perlu dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.
Perkuat Ekonomi Kreatif Daerah
Kegiatan Gelar Karya Busana Benuanta juga memperlihatkan sinergi antara BI, pemerintah daerah, Dekranasda, pelaku UMKM, serta generasi muda dalam memperkuat industri kreatif Kaltara.
BI sebelumnya menyebut KKB 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar, digitalisasi, pembiayaan, hingga mendorong UMKM Kaltara agar mampu masuk ke pasar nasional dan global. Kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai produk unggulan daerah, mulai dari pangan, wastra, pakaian siap pakai, kriya, hingga produk pertanian.
Melalui Gelar Karya Busana Benuanta, wastra Kaltara diharapkan semakin dikenal luas sekaligus mampu membuka peluang baru bagi desainer muda, perajin, dan pelaku UMKM untuk mengembangkan produk berbasis budaya lokal.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi langkah untuk memastikan kekayaan budaya Kaltara tetap terjaga, namun dapat terus berkembang mengikuti kebutuhan industri kreatif dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.





