Jakarta, 18 September 2026 – Pendiri ByteDance Zhang Yiming menjadi orang terkaya di Asia setelah nilai kekayaannya melonjak hingga sekitar US$105 miliar. Posisi tersebut membuat pengusaha teknologi asal China itu melampaui pendiri Adani Group, Gautam Adani, dalam Bloomberg Billionaires Index. Kenaikan kekayaan Zhang terutama didorong meningkatnya valuasi ByteDance, perusahaan induk TikTok dan Douyin, serta ekspansi agresif perusahaan ke sektor kecerdasan buatan. Kekayaannya bertambah sekitar US$12 miliar sepanjang September 2026 berdasarkan perubahan valuasi kepemilikan sahamnya. Pencapaian tersebut semakin menarik perhatian karena ByteDance hingga kini masih berstatus perusahaan tertutup. Zhang diperkirakan memiliki sekitar 21 persen saham perusahaan yang didirikannya tersebut.
Zhang lahir di Fujian, China, pada 1983 dan menempuh pendidikan di Nankai University. Ia awalnya mempelajari mikroelektronika sebelum beralih mendalami rekayasa perangkat lunak dan menyelesaikan pendidikan pada 2005. Setelah lulus, Zhang bekerja di perusahaan perjalanan Kuxun dan menjadi salah satu karyawan awal yang menangani pengembangan teknologi. Ia juga sempat bekerja di Microsoft, tetapi tidak bertahan lama karena lebih tertarik dengan lingkungan perusahaan rintisan. Zhang kemudian mendirikan bisnis pencarian properti 99fang.com sebelum memutuskan keluar dan membangun perusahaan teknologi baru. Pengalaman tersebut menjadi fondasi sebelum ia mendirikan ByteDance pada 2012.
ByteDance awalnya dikembangkan dari sebuah apartemen di Beijing dengan tim yang relatif kecil. Produk yang membawa perusahaan mulai dikenal adalah Toutiao, aplikasi agregator berita yang menggunakan algoritma untuk menyesuaikan konten dengan ketertarikan pengguna. Pendekatan berbasis rekomendasi tersebut kemudian dikembangkan ke berbagai produk lain. Pada 2016, ByteDance meluncurkan Douyin untuk pasar China sebelum menghadirkan TikTok untuk pengguna internasional. Pertumbuhan TikTok kemudian berlangsung sangat cepat hingga menjadi salah satu platform media sosial terbesar di dunia. Kesuksesan tersebut mengubah ByteDance menjadi salah satu perusahaan teknologi swasta dengan valuasi terbesar secara global.
Dalam beberapa tahun terakhir, ByteDance juga memperluas fokusnya dari media sosial menuju kecerdasan buatan. Perusahaan mengembangkan Doubao yang tumbuh menjadi salah satu aplikasi AI paling populer di China. ByteDance juga mengembangkan model AI melalui tim Seed, layanan cloud Volcano Engine serta berbagai teknologi generatif lainnya. Zhang yang telah mengundurkan diri dari jabatan CEO ByteDance pada 2021 tetap terlibat dalam arah strategis perusahaan, terutama pengembangan AI. Pertumbuhan bisnis tersebut ikut mendorong valuasi ByteDance dan secara langsung meningkatkan nilai kepemilikan saham Zhang. Perkembangan AI kini menjadi salah satu faktor terbesar di balik lonjakan kekayaannya.
Perjalanan Zhang menuju posisi orang terkaya Asia berlangsung sangat cepat jika dibandingkan dengan nilai kekayaannya beberapa tahun sebelumnya. Pada Maret 2019, Bloomberg memperkirakan kekayaannya sekitar US$13 miliar. Tujuh tahun kemudian, nilainya meningkat lebih dari delapan kali lipat hingga menembus US$105 miliar. Meski demikian, estimasi kekayaan Zhang dapat berbeda antara lembaga pemeringkat karena ByteDance bukan perusahaan publik sehingga tidak memiliki harga saham yang diperdagangkan setiap hari. Forbes, misalnya, memberikan estimasi berbeda terhadap kekayaannya karena menggunakan metode valuasi tersendiri. Karena itu, posisi dalam daftar orang terkaya dapat berubah mengikuti valuasi perusahaan dan metode perhitungan yang digunakan.
Kenaikan Zhang Yiming menunjukkan semakin besarnya pengaruh industri teknologi dalam peta kekayaan para miliarder Asia. Sebelumnya, jajaran teratas orang terkaya kawasan banyak didominasi pengusaha dari sektor energi, infrastruktur, manufaktur dan ritel. Zhang membangun sebagian besar kekayaannya melalui platform digital, algoritma rekomendasi dan kini kecerdasan buatan. ByteDance juga terus berekspansi meskipun menghadapi berbagai tekanan regulasi terhadap TikTok di sejumlah negara. Keberhasilan perusahaan mempertahankan pertumbuhan sekaligus memperbesar bisnis AI menjadi faktor penting yang menentukan nilai kekayaan Zhang selanjutnya. Dari perusahaan kecil yang dirintis di sebuah apartemen Beijing, ByteDance kini membawa pendirinya ke posisi teratas dalam daftar orang terkaya di Asia.







