Jakarta, 10 September 2026 – China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) 2026 resmi dibuka di Beijing, China, pada Rabu (9/9), dengan membawa agenda besar untuk mendorong perdagangan jasa berkualitas tinggi dan memperluas keterbukaan ekonomi. Pameran berlangsung hingga 13 September di Shougang Park, bekas kawasan industri yang pernah menjadi salah satu lokasi Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. Tahun ini, CIFTIS menarik partisipasi dari lebih dari 90 negara, kawasan, dan organisasi internasional. Lebih dari 1.800 perusahaan juga terlibat secara langsung dalam pameran dan berbagai kegiatan bisnis. Penyelenggaraan tersebut bertepatan dengan awal periode Rencana Lima Tahun ke-15 China untuk 2026-2030 yang menempatkan pengembangan perdagangan jasa sebagai salah satu agenda penting.
CIFTIS 2026 mengusung tema “Global Services, Shared Prosperity” atau “Layanan Global, Kemakmuran Bersama”. Tema tersebut menggambarkan upaya memperkuat hubungan perdagangan jasa lintas negara sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas bagi perusahaan dari berbagai sektor. Dari seluruh peserta yang hadir, sebanyak 473 perusahaan tercatat merupakan perusahaan yang masuk dalam Fortune Global 500 maupun perusahaan terkemuka di industrinya. Skala partisipasi tersebut memperlihatkan semakin pentingnya perdagangan jasa dalam struktur ekonomi global yang sebelumnya lebih banyak bertumpu pada perdagangan barang. Pemerintah China juga menggunakan CIFTIS sebagai ruang untuk mempertemukan perusahaan, investor, pemerintah, serta organisasi internasional dalam membangun kerja sama baru.
Salah satu agenda utama dalam penyelenggaraan tahun ini adalah Global Trade in Services Summit yang untuk pertama kalinya diselenggarakan bersama World Intellectual Property Organization atau WIPO. Selain pertemuan tingkat tinggi tersebut, berbagai forum, pertemuan bisnis, negosiasi, serta kegiatan promosi berlangsung selama penyelenggaraan CIFTIS. Sejumlah forum diarahkan pada empat tema besar, yakni keterbukaan dan integrasi, kerja sama saling menguntungkan, inovasi digital dan cerdas, serta pembangunan hijau. Forum-forum tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga digunakan untuk memperkenalkan laporan, kebijakan, inovasi, dan proyek kerja sama baru. Dengan pendekatan tersebut, CIFTIS diharapkan dapat menghasilkan transaksi maupun kemitraan konkret setelah pameran berakhir.
Perdagangan berbasis teknologi menjadi salah satu bagian yang paling menonjol dalam pameran. Lebih dari 100 produk dan jasa baru dijadwalkan diperkenalkan untuk pertama kalinya dengan cakupan teknologi informasi dan komunikasi, teknologi finansial, kesehatan digital, serta berbagai layanan pintar. Area utama pameran juga menghadirkan lebih dari 140 contoh inovasi yang mewakili 12 kategori perdagangan jasa. Kecerdasan buatan, model bahasa besar, dan agen cerdas termasuk teknologi yang mendapatkan perhatian karena dinilai dapat mengubah cara perusahaan menyediakan layanan kepada konsumen maupun pelaku usaha. Kehadiran teknologi tersebut sekaligus memperlihatkan pergeseran perdagangan jasa menuju sektor yang semakin padat pengetahuan dan berbasis inovasi.
Sektor transportasi dan jasa bisnis turut menjadi bagian penting dalam CIFTIS tahun ini. Area transportasi menampilkan solusi untuk angkutan antarmoda kereta internasional, pengoperasian pusat penerbangan, transportasi perkotaan, serta logistik digital lintas batas. Sementara sektor jasa bisnis mencakup sumber daya manusia, keuangan lintas negara, akuntansi, layanan hukum, hingga pemasaran digital. Penyelenggara juga memperkenalkan area khusus yang membantu perusahaan China memperluas bisnis ke pasar internasional. Lebih dari 30 perusahaan penyedia layanan keuangan, hukum, akuntansi, periklanan, dan sumber daya manusia bergabung untuk menyediakan dukungan terpadu kepada perusahaan yang ingin melakukan ekspansi ke luar negeri.
Dimensi internasional CIFTIS terlihat dari pandangan sejumlah negara yang menempatkan pameran tersebut sebagai pintu untuk memperluas perdagangan dan investasi. Wakil Presiden Zimbabwe Constantino Chiwenga menilai CIFTIS dapat membuka peluang investasi di bidang konferensi, pameran, infrastruktur, serta jasa digital. Zimbabwe juga melihat peluang membangun kapasitas ekspor dan memperoleh mitra di sektor teknologi, keuangan, pariwisata, pendidikan, dan kesehatan. Sementara itu, Bulgaria menempatkan perdagangan jasa sebagai salah satu pilar penting dalam hubungan ekonominya dengan China. Kehadiran berbagai negara dengan kebutuhan berbeda membuat CIFTIS tidak hanya menjadi ruang promosi jasa China, tetapi juga wadah untuk mempertemukan permintaan dan penawaran layanan dari berbagai pasar internasional.
Dorongan memperkuat perdagangan jasa juga ditopang perkembangan kinerja sektor tersebut di China. Data terbaru menunjukkan nilai perdagangan jasa China selama tujuh bulan pertama 2026 mencapai hampir 4,45 triliun yuan. Nilai tersebut meningkat sekitar 8,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada semester pertama 2026 saja, total impor dan ekspor jasa tercatat mencapai sekitar 3,8 triliun yuan, sementara ekspor jasa tumbuh 17,6 persen secara tahunan. Perkembangan tersebut membuat perdagangan jasa menjadi salah satu sumber pertumbuhan yang semakin penting bagi perdagangan luar negeri China. Jasa padat pengetahuan juga mendapat perhatian karena didukung perkembangan teknologi, inovasi, dan ekosistem kekayaan intelektual.
Pengembangan perdagangan jasa berkualitas tinggi selanjutnya menjadi salah satu tugas utama dalam Rencana Lima Tahun ke-15 China periode 2026-2030. Kebijakan tersebut antara lain diarahkan pada optimalisasi pengelolaan daftar negatif perdagangan jasa, pelonggaran pembatasan lintas batas, peningkatan ekspor jasa, serta pengembangan sektor jasa padat pengetahuan. Pemerintah China juga berupaya memberikan perhatian yang lebih seimbang antara perdagangan barang dan perdagangan jasa. Transformasi digital dipandang menjadi instrumen penting untuk mencapai sasaran tersebut melalui penggunaan kecerdasan buatan, komputasi awan, dan data besar. Strategi itu diharapkan membuat perusahaan jasa memiliki produktivitas lebih tinggi sekaligus meningkatkan kemampuan mereka bersaing di pasar internasional.
Selain aktivitas pameran, CIFTIS menjadi tempat peluncuran berbagai laporan dan program baru yang dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan perdagangan jasa dalam beberapa tahun mendatang. Forum Pengembangan Perdagangan Jasa pada 10 September dijadwalkan memperkenalkan laporan mengenai perkembangan perdagangan jasa China, perdagangan digital, serta indeks perkembangan sektor tersebut. Beijing juga akan meluncurkan platform layanan komprehensif untuk membantu kegiatan bisnis perusahaan di luar negeri. Sementara forum lain membahas perdagangan elektronik, kesehatan, pengembangan obat, integrasi teknologi dan medis, energi baru, serta penerapan kecerdasan buatan dalam meteorologi. Ragam agenda tersebut menunjukkan perdagangan jasa semakin beririsan dengan transformasi teknologi, kesehatan, lingkungan, dan pola konsumsi masyarakat.
Melalui CIFTIS 2026, China berupaya memperlihatkan bahwa perdagangan jasa akan memiliki posisi semakin besar dalam strategi keterbukaan ekonominya. Kehadiran ribuan perusahaan dan puluhan negara memberikan kesempatan untuk mempertemukan inovasi dengan kebutuhan pasar sekaligus membangun kerja sama lintas batas yang lebih luas. Perdagangan jasa juga dipandang dapat menjadi sumber pertumbuhan baru ketika perekonomian global menghadapi perubahan teknologi, struktur industri, dan pola perdagangan internasional. Fokus terhadap jasa digital, kecerdasan buatan, kesehatan pintar, keuangan, logistik, dan layanan profesional memperlihatkan arah transformasi tersebut semakin jelas. CIFTIS tahun ini pada akhirnya diharapkan tidak hanya menghasilkan transaksi selama pameran, tetapi juga memperkuat ekosistem perdagangan jasa berkualitas tinggi yang lebih terbuka, inovatif, dan terhubung secara global.






