Solok, 22 September 2026 – Banjir bandang menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Bupati Solok di Arosuka, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin malam, 21 September 2026. Bencana terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak sore dan menyebabkan aliran air meningkat secara cepat. Material berupa lumpur, pasir, batu, dan kayu bergerak menuju kawasan pusat pemerintahan hingga memasuki sejumlah gedung. Sekretaris BPBD Sumatera Barat Ilham Wahab menyebut longsor di bukit belakang Kantor Bupati ikut membawa material menuju kawasan di bawahnya. Kejadian tersebut juga menyebabkan empat warga mengalami luka-luka berdasarkan pendataan sementara.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menjelaskan banjir datang setelah curah hujan yang sangat tinggi mengguyur daerah tersebut. Menurut keterangannya, kejadian berlangsung selepas Magrib ketika aliran air tiba-tiba membesar dan membawa bebatuan menuju kawasan perkantoran. Jalur air yang berada berdekatan dengan kompleks pemerintahan biasanya tidak memiliki debit sebesar yang terjadi malam itu. Namun derasnya hujan membuat aliran meningkat dan membawa material dari kawasan yang lebih tinggi. Kondisi berkembang dengan cepat sehingga petugas langsung mengerahkan tim untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat.
Sejumlah kantor pemerintahan mengalami dampak cukup berat akibat terjangan air dan material. Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Kesehatan, Badan Keuangan Daerah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari, Bapelitbang hingga kawasan DPRD Kabupaten Solok termasuk fasilitas yang terdampak. Derasnya aliran air bahkan membuat sejumlah peralatan kantor terbawa keluar dari ruangan. Material lumpur dan batu juga memenuhi bagian tertentu dari kompleks pemerintahan sehingga aktivitas pelayanan ikut terganggu. Pemerintah daerah masih melakukan pendataan untuk memastikan tingkat kerusakan pada masing-masing bangunan.
Data sementara BPBD mencatat sekitar 70 rumah dan 11 kantor pemerintahan terdampak bencana tersebut. Empat warga dilaporkan mengalami luka dan mendapatkan penanganan medis, sementara pendataan terhadap kemungkinan dampak lainnya masih terus berlangsung. Selain bangunan pemerintah, rumah-rumah masyarakat di sekitar kompleks Kantor Bupati Solok turut terkena aliran banjir. Tim gabungan kemudian melakukan evakuasi terhadap warga yang berada di kawasan berisiko untuk mencegah munculnya korban tambahan. Pemerintah daerah juga menyiapkan tempat pengungsian sementara bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan atau belum aman untuk ditempati.
Banjir bandang turut mengganggu jalur nasional yang menghubungkan Padang dan Solok setelah lumpur, batu, serta material lainnya menutupi badan jalan. Kepolisian sempat menutup akses kendaraan dari kedua arah karena ruas tersebut tidak aman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Penutupan dilakukan pada Senin malam ketika material banjir terus memenuhi jalan di sekitar kawasan Kantor Bupati. Pengendara yang hendak menuju Padang dari Solok maupun sebaliknya diminta menggunakan jalur alternatif melalui Padang Panjang. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari risiko kecelakaan selama pembersihan material masih berlangsung.
Petugas gabungan dari pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, dan unsur terkait kemudian bergerak melakukan evakuasi sekaligus pembersihan. Alat berat dikerahkan untuk memindahkan bebatuan dan lumpur yang menutup jalur transportasi maupun kawasan perkantoran. Penanganan juga difokuskan pada perbaikan bagian badan jalan yang mengalami kerusakan serta memastikan aliran air tidak kembali membahayakan warga. Pemerintah Kabupaten Solok memprioritaskan penyelamatan masyarakat sebelum melanjutkan pendataan kerusakan secara lebih rinci. Sejumlah fasilitas pemerintahan yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat juga menjadi perhatian dalam proses pemulihan.
Pemerintah Kabupaten Solok meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca masih dapat berubah dan risiko bencana susulan belum sepenuhnya dapat dikesampingkan. Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai, jalur aliran air, dan lereng diminta segera menuju lokasi aman apabila melihat tanda-tanda kondisi memburuk. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat tidak memaksakan perjalanan melalui ruas jalan yang masih dalam penanganan petugas. Setelah proses evakuasi dan pembukaan akses selesai, pendataan akan dilanjutkan untuk mengetahui keseluruhan kerusakan rumah, fasilitas pemerintahan, kendaraan, dan infrastruktur. Penanganan berikutnya akan diarahkan pada pemulihan layanan publik sekaligus mitigasi untuk mengurangi risiko apabila hujan berintensitas tinggi kembali mengguyur Kabupaten Solok.





